Showing posts with label Video Maker. Show all posts
Showing posts with label Video Maker. Show all posts

Friday, March 14, 2014

Berkarya Di Sosial Media


Umur gue semakin lama semakin tua. Beberapa bulan belakangan, gue semakin nggak produktif. Kecuali, untuk produktif makan, berak, dan tidur. Mumpung gue lagi menikmati yang namanya liburan, kenapa nggak gue manfaatin aja untuk hal-hal yang menghabiskan waktu gue.  Iya, gue mau menghabiskan waktu dengan berkarya (baik yang bermanfaat maupun cuma iseng).

Awalnya bingung mau bikin sesuatu kayak apa. Karena gue liat Soudcloud, Youtube, dan Instagram gue telah usang. Mirisnya, masih aktif-an Google Plus gue. Aktif cuma untuk ngeshare postingan blog secara otomatis selama seminggu sekali.

Untuk mengisi waktu liburan (karena nggak ada liburan keluar kota), gue berusaha mengoptimalkan akun socmed gue. Di Souncloud, gue bikin lagu-lagu ciptaan sendiri yang liriknya kebanyakan absurd dan curhat. Ini salah satu file audio yang sempat bikin heboh di soundcloud gue.

Salah satu audio gue waktu ikutan Indonesian Idol, 6 komentar.

Kalau mau denger lagu lainnya, silahkan ke Soundcloud gue (Syukur-syukur di Follow).

Trus, gue juga bikin video di Instagram. Kali ini gue terinspirasi dari Benakribo dkk sama proyek #Indovidgram nya. Gue jadi mikir, kenapa gue nggak ikutan bikin ini aja. Iya, gue orangnya memang suka ikut-ikutan. Tapi selama itu nggak dosa, kenapa nggak, ya kan? Iya-in ajalah.

#Indovidgram menarik perhatian gue, kenapa? karena bikin videonya nggak ribet daripada bikin video di youtube. Uploadnya cepat dan ceritanya singkat. Jadi, orang nggak bakal bosen karena durasi. Gue juga punya faktor dengan durasi. Contohnya stand up comedy. Gue waktu stand up dijanjikan dengan durasi 5 menit lebih. Alhasil, yang lucu cuma di awal-awal, selebihnya garing. Gue nggak bisa dipatok-patokin sama durasi.

Makanya, di Instagram, gue selalu laper yang namanya ide. Nih contoh video #Indovidgram gue...

Saturday, January 18, 2014

Bikin Film Keren Nggak Harus Mahal?


Kalau ngomongin soal film, gue selalu dibayang-banyangi dengan film-film Indonesia yang (dulunya) notabene genre horror plus memamerkan toket. Gue yakin, film-film Indonesia pengen banget bersaing dengan film luar negeri kayak American Pie. Tapi, mengumbar seksual tidak bisa menjadi daya tarik disini karena budaya Indonesia ada batasnya. Film seperti itu hanya jadi hujatan dari para reviewer ataupun pengamat film yang berdampak rating yang buruk.

Gue juga suka sama film, walaupun belum pantas disebut sebagai pengamat dan reviewers. Yang gue curahkan kebanyakan sok-tau nya dimata orang. Gue cukup jadi pengamat wanita aja, karena banyak pengalaman gue yang ditolak dengan berbagai varian dan genre wanita.

Maaf, ngelantur....ini bukan curhat.

Gue pengen banget bikin film. Setidaknya, gue mencoba untuk bikin webseries yang ingin gue pamerin di situs Youtube. Untuk ide cerita udah direncanain dan mateng. Yang belum hanyalah ide bagaimana webseries gue ini diliat orang banyak karena tertarik dan menghibur. Untuk membuat orang tertarik, yang gue pikirkan pertama kali adalah tools dan software.

Orang tertarik untuk nonton webseries kita yang pertama adalah dari kualitas kamera. Sama kayak buku yang pertama kali orang lihat adalah covernya. Kamera ini termasuk dalam kategori tools. Kalau software, gue memikirkan untuk pengeditan yang akan gue lakukan untuk webseries. Kebanyakan orang juga nggak mau melihat film/webseries yang datar, alias nggak ada atribut dan frame yang mendukung dalam video itu.

Gue mulai hunting nyari kamera yang bagus untuk bikin webseries dan mulai nyari software video editing yang keren untuk di download. Karena keterbatasan biaya dan kuota Internet untuk mendownload software, gue nyerah.