Tuesday, June 24, 2014

Berharap Imbalan, Pentingkah?


Ceritanya, waktu itu gue lagi menikmati hidangan disebuah rumah makan. Di sebuah rumah makan yang nggak gede-gede amat tapi dihuni oleh mbak-mbak cantik, itulah yang bikin gue mau mengunjungi rumah makan itu. Makanannya juga enak banget, dan yang paling penting harganya yang murah. Letak rumah makannya juga strategis, tepat didepan sekolahan. Jadi, selain melihat mbak-mbak yang cantik, gue juga bisa melihat remaja-remaja yang cantik dan berkeringat dengan seksinya.

"Lo mau cerita apaan, sih?"

Gue nggak lagi nyeritain tentang rumah makan. Tapi disitulah letak latar ceritanya, apa boleh buat gue ceritain dulu tempat latarnya, biar ceritanya bisa hidup. 

"Terserah lo dah!"

Oke, di rumah makan itu gue nemuin cerita yang menarik untuk diceritakan. Ada seorang tunawisma yang minta-minta di rumah makan itu. Lalu, salah seorang mbak-mbak kasir mengatakan kalau disini nggak nerima sumbangan dalam bentuk apapun atau sejenisnya, apalagi minta-minta. Tunawisma itupun protes kenapa kata-kata itu nggak dipajang aja sekalian didepan pintu rumah makan itu. Mbak yang cantik itupun menjawab dengan nada kesal dan mengusir tunawisma tersebut.

Nggak sampai disitu, mbak kasir itupun menceritakan ke teman-temannya yang memang kepo soal kejadian barusan di rumah makan tersebut. Dalam hati gue, ini mbak cantik-cantik tapi ngeselin. Paling ngeselinnya ada satu kutipan kata yang paling gue inget dari mulut mbak itu..katanya "Kenapa musti dikasih, walau dikasih pun tunawisma itu nggak ngasih dampak untung buat rumah makan ini.." Memang, sih, ada peraturan tentang pemberian uang kepada tunawisma.

Tapi, gue jadi teringat tunawisma yang pernah datang ke rumah gue. Iya, beliau mendoakan gue ini itu ketika habis gue kasih duitnya. Nggak main-main, tunawisma yang mampir kerumah gue itupun membacakan doanya dalam bentuk bahasa arab. Kayak tiba-tiba dengerin imam sholat lagi berdoa. Bagi gue, itu adalah imbalan yang diberikan tunawisma. Walau tetap aja dianggap sebagai orang yang malas nyari kerjaan.

Abis makan, gue langsung mampir ke tempat kasir untuk bayar. Trus mbak kasir itu mengeluh dan nanyain gue ada duit kecil atau nggak. Ya, kalau ada duit kecil, pasti gue nggak bayar pakek duit lembar 50 rebu, logikanya gitu. Dengan nada resah dan kesal mbak itupun memulai usaha nyari duit kecil ke teman-temannya dan warung depan. Akhirnya duit itu bisa didapatkan walau gue harus nunggu sekitar 10 menitan. Mbak itu ngos-ngosan dan minum air putih dengan liarnya. Gue cuma ketawa dalam hati melihat itu.

Iya, gue tersenyum bisa memberi cobaan ke mbak kasir itu apa yang dirasakan oleh tunawisma yang dibentaknya tadi. Padahal gue nggak ada rencana melakukan hal itu dan benar-benar nggak sengaja. Nggak kepikiran aja dimulai dari duit 50 ribu gue.

Melangkah keluar dari rumah makan dan mulai menikmati jalanan pulang pakai motor, gue kepikiran atas cerita tadi. Gue kepikiran seberapa pentingnya timbal balik. Hal yang nyebelin adalah ketika lo mengharap imbalan tapi lo nggak mulai kerja keras. Ibaratnya gini, lo orang yang berbakat dalam suatu bidang apapun, tapi lo berharap ingin terkenal. Okelah, lo udah kerja keras untuk mengasah bakat lo, tapi lo nggak kerja keras gimana bakat lo itu dikenal orang. Disuruh bikin blog untuk majangin karya lo aja males.

"Emang ada orang yang kayak gitu?"

Jawabannya, ada. Temen gue salah satunya, doi adalah seorang fotografer. Gue kagum dengan hasil karya-karyanya. Foto-fotonya ajib bener, gue mikir kalau dia cocok jadi fotografer artis. Sayangnya, karyanya hanya dipampang pada album foto dan folder laptop. Gue tanyain kenapa nggak bikin blog aja biar bisa ditunjukkan ke orang-orang? katanya cuma sekedar hobi dan nggak perlu dibikin pakek website dan apalah segalanya.

Gue pikir, nih orang bakatnya terasah tapi nggak mau jadi professional. Dan katanya juga, nggak perlu berharap dengan sesuatu apalagi sampai ke berbau mewah dan kaya.  Gue cuma bisa mengangguk dan bilang dalam hati kalau argument dia itu sangat disayangkan.

Selain temen gue yang fotografer, juga ada yang punya bakat ngegambar. dan tujuan gue sama untuk nyaranin dia agar majangin karyanya dia. Jawabannya, sama aja. Kesimpulannya, ternyata nggak semua orang punya bakat canggih akan merasa percaya diri dengan apa yang dia hasilkan.

"Trus, lo sendiri ngapain sibuk ngurusin orang yang kayak gitu?" 

Ntah kenapa ya, gue itu orangnya suka banget memberi dorongan ke orang-orang, ya walaupun bagi orang yang didorong ngeliat gue itu lebay atau apalah. Ibarat gue lagi ngeliat makanan lezat, ya sayang aja kalau nggak dimakan *ngeles*. Sayang aja sih, kalau ada orang disekitar yang punya keunggulan dibidang tertentu malah nggak mau menuju tingkat profesionalitas. 

Lebih disayangkan kalau orang itu nggak punya mimpi untuk bahagia di bakatnya dan lebih memilih untuk menjalani hidup dengan ngomong "Rezeki itu bakal datang sendiri, dan belum tentu kita akan dapat rezeki di bakat kita.."...

Bagi gue, berharap imbalan itu penting. Setidaknya kita bisa menunjukkan dan terus belajar untuk menggapai yang diharapkan itu. Sama seperti tunawisma, dia berharap dapat makan dalam sehari walau disekelilingnya banyak orang dan peraturan yang tidak menyenanginya. Begitulah, jangan sampai harapan itu hilang ketika lo dikelilingi oleh orang yang benci sama karya lo dsb. Apalagi kalau pasrah duluan dan belum mencoba, keterlaluan. hehehehe.

Pertanyaannya: ada nggak sih orang-orang terdekat/disekitar lo yang punya bakat tapi mengalami kendala ketidakadanya harapan dengan bakatnya itu? Jawabannya di kotak komentar ya!

Sumber Gambar Imbalan By ciricara.com

16 comments :

  1. MAMAD LAGI KEMASUKAN JIN PAK USTAD GAHOL!!!
    Bijak bener isi postingan lo kali ini. Keren.

    Gue nemu banyak kasus yg lo tanyai di akhir postingan ini. Alasan mereka sih sama.. ambigu semua. Ya, antara pede sama nggak tahu caranya harus memulai.

    Tapi yakinlah, mereka-mereka (kayak temen lo yg fotographer itu) belom nemu momentumnya aja. Kasih dorongan, gesekan, dan motivasi terus mad, pasti tertarik juga dia nantinya :)

    \o/

    ReplyDelete
  2. Ada tuh temen gue. Fotografer sama tukang gambar. Doi udah keren banget lah karya-karyanya. Disuruh bikin blog biar orang tau kalo lo punya bakat dan bisa berkarya, eh taunya gitu. Padahal gue kalo bisa punya bakat kek mereka, bakal gue pajang dah di blog.

    Padahal kan sebenernya imbalan yang dimaksud di sini bukan hanya materi, tapi penghargaan/apresiasi :))

    Nice post, gan! :D

    ReplyDelete
  3. ada,tetangga sy jago bgt masak,bikin kue apapun asal dia yg bikin pasti lezat :D,sy saranin buat buka catering/toko kue offline/online tapi org'y ga berani bermimpi.btw.. tampilan header'y unik bgt,sukses trus ya slm kenal...:)

    ReplyDelete
  4. Banyak men, contohnya saya sendiri. Punya banyak bakat, saking banyaknya bingung mau bakat yang mana yang diasah.
    Kalau bakat yang satu diasah, malah yang lainnya tumpul perlahan-lahan.

    Contohnya belajar bahasa Jerman, eh kemampuan bahasa Inggrisnya malah menurun.
    Masih banyak lagi :D

    ReplyDelete
  5. Makanya kan sekarang harus ada revolusi mental, ga cuma mental juara, mental kalah nya juga harus di asah, salam JKW4P Ngohaha

    ReplyDelete
  6. ada , banyak murid sy yg sy lihat punya potensi non akedemik yg saya tahu kalau dikembangkan bisa punay sesuatu, tp sudah banyak dorongan dan petuah, bahkan sy contohkan sendiri tapi belum jalan, gak tahu kenapa bundet pikirannya kali

    ReplyDelete
  7. Sayang banget ya temenlo itu, punya bakat tapi gak mau hidup bareng bakatnya. Tolong bilangin, "bakatnya bisa kasih ke gue gak dan.... mau jadi pacar gue nggak??" *kemudian hening*

    ReplyDelete
  8. Banyak banget emang orang yang kayak gitu. Mereka kurang percaya diri sama karya mereka. Yah, mungkin mereka hanya butuh waktu "sedikit lebih lama" buat maju dan lebih percaya diri.

    ReplyDelete
  9. orang kayak gitu pasti ada termasuk orang-orang di sekitar ku,mereka banyak yang punya bakat tapi enggan atau belum siap memperlihatkan karyanya terhadap orang lain.oke aku setuju sama kamu kalau berharap imbalan dari hasil karya yang telah kita asah,imbalan itu penting :)

    ReplyDelete
  10. nice post sob..
    article yang menarik,saya tunggu article berikutnya yach.hehe..
    maju terus dan sukses selalu...
    salam kenal yach...
    kunjungi blog saya juga ya sob,banyak tuh article2 yang seru buat dibaca..
    agen situs poker online indonesia uang asli,poker online terpercaya dan teraman...
    http://chaniaj.blogspot.com/ dan situs kesayangan kami http://oliviaclub.com dan https://www.facebook.com/pages/Benua-poker/683720458370743?fref=ts
    serta sites.google kebanggaan kami https://sites.google.com/site/pokeronlineterpopuler/
    di oliviaclub.com poker online uang asli terbaik di indonesia dengan teknologi teraman dan tercanggih.
    main dan ajak teman anda bergabung dan dapatkan 20%+20% referral fee dari house commision untuk turnover teman ajakan anda...

    ReplyDelete
  11. Pengen yang lebih seru ...
    Ayo kunjungi www.asianbet77.com
    Buktikan sendiri ..

    Real Play = Real Money

    - Bonus Promo Red Card pertandingan manapun .
    - Bonus Mixparlay .
    - Bonus Tangkasnet setiap hari .
    - New Produk Sabung Ayam ( minimal bet sangat ringan ) .
    - Referal 5 + 1 % ( seumur hidup ) .
    - Cash Back up to 10 % .
    - Bonus Royalty Rewards setiap bulan .

    untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
    - YM : op1_asianbet77@yahoo.com
    - EMAIL : asianbet77@yahoo.com
    - WHATSAPP : +63 905 213 7234
    - WECHAT : asianbet_77
    - SMS CENTER : +63 905 209 8162
    - PIN BB : 2B4BB06A / 28339A41

    Salam Admin ,
    http://asianbet77.com/

    ReplyDelete
  12. Kalo minta imbalan yah jangan kaget kalo nnti pejabatnya korupsi.. kan biar balik modal katanya wkwkwkw...


    Main Angka Dapat Duit yuukkk

    ReplyDelete
  13. gue punya banyak temen berbakat tapi syukurlah mereka sadar kalau bakat mereka mahal. mereka udah minta bayaran untuk lukisan, gambar atau desain gitu.

    ReplyDelete
  14. gue punya banyak temen berbakat tapi syukurlah mereka sadar kalau bakat mereka mahal. mereka udah minta bayaran untuk lukisan, gambar atau desain gitu.

    ReplyDelete

Setelah membaca, alangkah baiknya meninggalkan komentar. Karena komentar adalah sebuah apresiasi untuk penulis blog. Diharapkan komentar tidak mengandung spam dan kata-kata yang tidak pantas.

Terima Kasih.